Ketahanan pangan desa adalah kemampuan suatu desa untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri dan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan yang sehat, beragam, dan sesuai dengan kebutuhan lokal.
Beberapa aspek ketahanan pangan desa, di antaranya:
- Ketersediaan pangan dari hasil produksi masyarakat dan lumbung pangan desa
- Kelancaran distribusi pangan
- Pemanfaatan pangan yang tepat sesuai dengan budaya dan sumber daya lokal
Beberapa program yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan desa, di antaranya:
- Pengembangan teknologi tepat guna untuk usaha pengolahan pangan lokal
- Pengenalan jenis pangan baru, termasuk pangan lokal yang belum dimanfaatkan
- Pengembangan diversifikasi usaha tani dan perikanan
- Penanaman tumpang sari tanaman pokok di lahan-lahan perkebunan
- Intensifikasi lahan milik masyarakat desa sebagai sumber produksi pangan keluarga